Menu

Dorong Peningkatan Produk Pertahanan RI, LPEI Beri Tawaran Pembiayaan Ekspor

0 Comment


LPEI Beri Tawaran Pembiayaan Ekspor Indonesia Eximbank atau dikenal dengan lembaga pembiayaan ekspor Indonesia memberikan tawaran untuk bantuan fasilitas pembiayaan ekspor kepada perusahaan perusahaan industri pertahanan yang ada di dalam negeri. Bonifatius Prasetyo, selaku direktur pelaksana V dari LPEI memberikan dukungan dukungan dalam bentuk penawaran pembiayaan ketika telah diadakan ajang Indo Defence 2018 yang dilaksanakan di Jakarta.

Sejauh ini, Lembaga pembiayaan ekspor Indonesia turut memberikan dukungan aktif untuk mengembangkan ekspor produk Alutsista nasional khususnya di sektor Penunjang dengan memberikan fasilitas ekspor pada beberapa BUMN yaitu seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan juga PT PAL Indonesia. Produk ekspor yang ditawarkan mulai dari pesawat terbang, serta kapal angkut ke negara Senegal dan juga Nepal.

Lembaga pembiayaan ekspor Indonesia juga memberikan tawaran skema pembiayaan sehingga acara tersebut dapat menjadi salah satu wahana one stop solution untuk para pembeli pembeli yang potensial. Salah satu skema pembayaran yang ditawarkan yaitu skema penugasan khusus ekspor. Dalam hal tersebut, lembaga pembiayaan ekspor Indonesia mampu melaksanakan tugas khusus dari pemerintah untuk memberikan dukungan beragam ekspor nasional dengan biaya pemerintah melalui aturannya sudah ditetapkan. Penugasan khusus tersebut biasanya penugasan yang diberikan langsung kepada pihak pemerintah kepada pihak lembaga pembiayaan ekspor Indonesia untuk memberikan fasilitas pembiayaan, asuransi, serta Penjaminan untuk Kasasi ataupun untuk proyek yang secara komersil sulit untuk dilaksanakan namun tetap dianggap perlu oleh pihak pemerintah demi menunjang kebijakan ataupun program ekspor nasional itu sendiri.

Pameran kali ini nantinya juga diharapkan mampu memberikan Eksplorasi potensi pasar yang baru untuk produk produk industri pertahanan nasional agar devisa negara dapat terus ditingkatkan dari ekspor yang dilakukan tersebut. Produk yang berasal dari bidang pertahanan dalam negeri dipercaya akan mampu bersaing dengan baik di pasar internasional.

PT Penataran angkatan Laut atau PT PAL rencananya akan melakukan ekspor dua kapal militer ke Filipina di tahun 2018 ini. Apa yang diekspor memiliki berbagai kelebihan yaitu kecepatan penuh sebesar kurang lebih 20 knot, kemampuan berlayar sebesar 12 knot, serta daya tahan mencapai angka 12 knot untuk jangka waktu 30 hari. Kapal yang diekspor ini juga pernah digunakan untuk melakukan evakuasi atas jatuh nya pesawat Lion Air JT 610 Yang berada di perairan tanjung Karawang, Jawa barat.

Sampai saat ini, kapal milik PT PAL memang cukup diminati oleh negara negara masing. Bahkan banyak sekali pemesanan kapal yang datang dari Asia Tenggara, timur tengah, hingga Afrika. Walaupun demikian, sampai saat ini kapal buatan Indonesia sendiri tampaknya masih sangat sulit untuk menembus pasar di kawasan Eropa. Teknologi milik Eropa memang jauh lebih mumpuni dibandingkan dengan Indonesia. Indonesia sendiri juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Eropa untuk meningkatkan kualitas kapal yang merek buat di dalam negeri.

Tags: , ,